Rugi! Siapa saja diantara kita yang dikaruniai keturunan oleh Allah Swt, tetap tidak menjadi investasi baginya di dunia dan di akhirat
.
Rugi! Siapa saja yang mempunyai anak, tetapi justru malah ikut menyeretnya ke dalam api neraka
.
Orangtua mana yang tak sedih saat melihat anak-anaknya jauh dari Alquran, tak mengerti tentang agama dan akhlak yang jauh dari kata baik
.
Maka, sebelum anak-anakmu menjadi anak yang durhaka dan tak paham agama, didiklah ia sedari dini dengan agama
.
Ajarkan tentang Islam mulai dari akar hingga daun, jangan biarkan virus-virus sekularisme, liberalisme dan lainnya masuk ke dalam anak-anakmu
.
Jagalah ia, rawatlah ia, didiklah dengan penuh kesungguhan agar menjadi investasi di dunia dan di akhirat
.
Sebelum menyesal! Sebab betapa banyak orangtua yang sudah menyesal karena tak mendidik anaknya dengan agama
.
Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh. (HR. Muslim no. 1631)
.
.
Senin, 04 Juni 2018
Menjadi Ahli Surga Melalui Anak
Minggu, 18 Februari 2018
Kok Banyak Larangan Ya Dalam Islam • Aulia Izzatunisa
Kok Banyak Larangan Ya Dalam Islam • Aulia Izzatunisa
~ "KAGET ..."
Kaget..setelah sekian lama mengenal islam kok ternyata ini ga boleh.. Kaget...setelah sekian lama mengenal islam kok ternyata ini diharamkan. *
Hati bergejolak..emosi ga karuan..Tapi setelah dibaca baca lagi kok hadisnya sohih.. Seakan akan seperti mimpi..berkali kali memastikan..bertanya pada diri sendiri..ah apa iyaa begini? Ah apa iya begitu? Kenapa ini itu diharamkan...?
Wajarrrr...hal itu wajar saja kawan.. Kita sudah terbiasa melihat yang biasa orang lakukan..sudah hal biasa melihat pemandangan yg justru menurut kita tidak dosa..tapi TERNYATA DOSA DIMATA ALLOH.. Lalu kita berdalih..lah itu ajaa di tv pada begitu..lah itu mereka smua begitu kok gapapa.. AYO DICARI ILMUNYA.. jangan sampe kita udah banyak mencela ternyata malu sendiri..islam ini bukan milik si fulan dan si fulan..islam ini MILIK ALLAH, ada halal ada haram.. patokan kebenaran liat dulu apakah sesuai sama yg Rasulullah Shallallohu A'laihi Wasallam contohkan atau tidak? Bukan dilihat dari banyaknya orang melakukan... *
Hal yang sangat wajar.. berpuluh puluh taun beribadah terasa nikmat tanpa banyak yg dilarang larang..kenapa sekarang kok banyak bgt haram haramnyaa? Yup...itu semua karna kita mencari ilmu..wajib bagi kita menuntut ilmu..mo tua ,mo muda, mo item,mo putih, mo cakep,mo jelek, mo kaya , mo miskin..WAJIB MENUNTUT ILMU SYAR'I
Karna ternyata islam itu luarrr biasaaa lengkapnya.. semua Allah atur, tentunya kalau kita mengaku muslim apapun yg kita terima harus kita tabayun dulu.. cari sumber yg tsiqoh(akurat).. udah tau dalilnya.. udah tau itu haram ..BERUSAHA TERUS BUAT MENINGGALKAN.. udah tau ilmunyaaa ya amalkan..
Tidak akan bergerak kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ditanya tentang lima perkara.” Di antara lima perkara tersebut yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallohu A'laihi Wasallam, seseorang akan ditanyakan tentang ilmunya, apa yang telah diamalkan dari ilmunya?”
SAMINA WA ATHONA yang artinya DENGAR DAN TAAT. bukan denger lantas dibantah.
Selasa, 13 Februari 2018
Perintah Dan Keutamaan Sholat Berjamaah Di Masjid • Nasehat Islam
Perintah Dan Keutamaan Sholat Berjamaah Di Masjid • Nasehat Islam
• Mari kita biasakan hingga menjadi istiqomah sholat berjamaah di masjid sesuai dengan perintah Rasulullah melalui dalil dibawah ini.
telah menceritakan kepada kami Hannad berkata; telah menceritakan kepada kami Abdah dari Ubaidullah bin Umar dari Nafi' dari Ibnu Umar ia berkata;
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalat seorang laki-laki secara berjama'ah lebih utama dua puluh tujuh derajat dari shalat sendirian."
Ia berkata; "Dalam bab ini juga ada riwayat dari Abdullah bin Mas'ud, Ubai bin Ka'ab, Mu'adz bin Jabal, Abu Sa'id, Abu Hurairah dan Anas bin Malik." Abu Isa berkata; "Hadits Ibnu Umar ini derajatnya hasan shahih. Seperti ini pula Nafi' meriwayatkan dari Ibnu Umar, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: "Shalat jama'ah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalatnya seorang laki-laki sendirian." Abu Isa berkata; "Kebanyakan orang yang meriwayatkan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, mereka mengatakan, "dua puluh lima derajat, " namun Ibnu Umar menyebutkan, "Dua puluh tujuh derajat."
- HR. Tirmidzi